Rabu, 14 Oktober 2009
Guru Honorer di Bandung Demo
Miris ketika saya membaca berita itu di harian PR, seperti melihat nasib sendiri karena saya tahu berapa sebenarnya seorang guru honorer di bayar, jauh sekali dari standar upah untuk bisa hidup layak. Wajar memang mereka akhirnya terobsesi dengan menjadi PNS, karena tunjangan, gaji dan pensiunan di hari tua pasti minimal menjamin kelangsungan hidup mereka. Teman-temanku sepertinya profesi guru di negeri kita tercinta ini tidak bisa kita jadikan sebagai mata pencaharian, tetap saja kita harus membuka hati dan mata kita untuk melihat peluang lain dalam mencari rezeki tambahan. Sebenarnya kalau mau jujur kita hanya bisa menjadikan profesi ini sebagai pengabdian, karena tak ada uang disitu, tak ada keuntungan disitu yang ada adalah pengabdian.Teman kita tidak usah bersedih dan bingung menghadapi semua peraturan pemerintah yang terasa menyulitkan rasanya tak ada ujungnya, mereka terus menambahkan dan mengait-ngaitkan dengan segala peraturan-peraturan yang lainnya, melelahkan...biarlah semuanya berjalan apa adanya dan kita berjalan dengan harga diri, tak akan serta merta pemerintah mengabulkan begitu saja tentang permintaan-permintaan guru honorer, semuanya tinggal janji, janji yang tak berujung. Apakah kita tidak lebih baik mencari jalan yang lebih terhormat untuk mempertahankan hidup? teman
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar