Selasa, 01 September 2009
Tanpa Persiapan Yang Mematikan
Hari ini saya mengajar murid kelas X dan XI, saya masuk seperti biasa dengan membawa buku-buku paket yang disediakan perpustakaan sekolah. Dalam otak saya sudah ada rencana bahwa hari ini yang kelas X akan saya minta untuk membuat pertanyaan dan jawaban hasil dari eksplorasi mereka tentang Bab II, setelah saya selesai memberi pengarahan..murid-murid saya mengajukan "Complaint". "Bu...bagaimana dengan peta konsep yang sudah kami buat dan bahan perbandingannya..."wah, ternyata saya salah ternyata mereka adalah kelas yang lebih dulu mendapatkan materi dibanding kelas lain, saya benar-benar lupa akan janji saya untuk memberikan hasil yang saya buat sendiri sebagai bahan perbandingan. wah saya benar-benar kecewa terhadap diri saya sendiri selama ini saya ingin membuat mereka kritis dan hasilnya memang kritis...tapi lebih tepatnya mengkritisi saya. Hari ini saya sudah mengecewakan murid-murid saya. Hal seperti ini lah yang membuat mereka mati harapan, kreativitas dan semangat seorang murid, karena dengan kata lain dari pagi mereka berharap apa yang mereka buat mendapatkan penghargaan dari gurunya..., sementara sang guru sibuk dengan urusannya memberi pembelajaran di tempat-tempat lain yang tentunya tidak dalam satu materi yang sama sehingga lupalah materi mana yang akan dibahas. Secara psikologis hal ini sangatlah tidak baik, guru haruslah mempunyai rencana yang matang, output yang bisa dipertanggungjawabkan dan media-media pengajaran yang terinci. Jadi mungkin saya lebih setuju seorang guru hanya mengajar di satu sekolah dengan berfokus pada bidangnya, pendidikan bukanlah lahan mata pencaharian karena disana kita berhadapan dengan manusia-manusia yang 1/2 jadi yang harus kita poles dan arahkan baik dari segi kognitif, afektitif dan motoriknya, wah suatu pertanggung jawaban yang luar biasa karena semuanya itu kita pertanggung jawabkan di depan Allah SWT, bukan kepala sekolah atau pengawas. Yah...inilah pembelajaran sesungguhnya...guru sebaiknya tidak hanya mengandalkan pengetahuan yang ada dalam pikirannya saja tetapi terstruktur, dan terkoordinasi...selamat mengambil hikmah, murid-murid itu bagaikan bunga yang akan mekar, apabila kita tidak mempersiapkan tempat tumbuh mereka, mereka akan layu kembali...seperti bunga yang enggan mekar. ....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar